28 April 2021, 23:32 WIB

Bahlil: Pemerintah hanya Urus Investor yang Serius


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Setpres
 Setpres
Bahlil Lahadalia

MENTERI Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan keberpihakan pemerintah kepada investor yang serius dalam menanamkan modal di Tanah Air.

Pasalnya, dia menilai banyak pengusaha yang diberi izin usaha, tapi dituding sibuk menjual beli investasi atau bahkan tak merealisasikan investasinya.

"Banyak pengusaha dikasih izin tapi dijual juga izinnya. Saya mantan pengusaha jadi mengerti. Pengusaha siapa yang serius investasi, kami dorong. Tapi, mohon maaf kalau cuma ambil kertas jual lagi, kita pikir-pikir (kasih izin usaha)," jelas Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/4).

Dengan diangkatnya menjadi Menteri Investasi, Bahlil mengatakan dirinya akan mempunyai kuasa dalam membuat regulasi guna mendorong perizinan usaha di dalam negeri. Oleh karenanya, dia mengajak kepada para investor untuk sungguh-sungguh dalam merealisasikan bisnis di Indonesia.

"Silahkan investor bahwa teknologi bawa modal dan teknolog. Biar izin nanti negara yang bantu asal pengusahanya serius. Posisi negara ada di tengah, siapa yang betul-betul serius kita akan dorong," tegas Bahlil.

Diketahui, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mencatat investasi yang berhasil direalisasikan baru Rp27,15 triliun dari total rencana investasi Rp1.261,2 triliun per Oktober 2020. Ternyata, 82 perusahaan yang menerima intensif pembebasan pajak atau tax holiday, baru tiga perusahaan yang merealisasikan investasinya.

Sebelumnya, Bahlil juga mencatat investasi mangkrak yang sudah tereksekusi mencapai Rp517,6 triliun. Angka ini setara dengan 73% dari total investasi mangkrak yang dicatat BKPM yakni Rp708 triliun.

Dia menjelaskan, yang dimaksud tereksekusi itu bukan berarti investasi langsung masuk secara keseluruhan. Namun secara bertahap, karena masih ada beberapa proses yang mesti dilakukan.

"Jadi ini PR besar dari bapak Presiden kepada kami bahwa harus selesai," kata Bahlil. (OL-8)

BERITA TERKAIT