28 April 2021, 21:06 WIB

Menteri Investasi Pastikan Tetap Incar Kerja Sama Tesla


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

AFP/Patrick T Fallon.
 AFP/Patrick T Fallon.
Stasiun supercharger Tesla.

MENTERI Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku tengah mengincar investasi produsen mobil listrik milik Elon Musk, Tesla, sebagai target jangka kerjanya. Memang pembicaraan mengenai rencana kerja sama dengan Tesla sudah dihembuskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada akhir 2020.

"Target eksternal tidak bisa dipungkiri bagaimana merealisasikan investasi. Kami ada fokus melakukan komunikasi termasuk dengan Tesla," kata Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/4).

Meski tidak menyebutkan secara detail, Menteri Investasi itu mengaku membuka komunikasi dengan perusahaan Elon Musk untuk menarik investasi di Tanah Air. Selain itu, Bahlil menerangkan, bakal ada tiga investor baru yang akan masuk ke Indonesia. Namun, dia enggan menyebutkan siapa saja investor tersebut.

"Masih ada beberapa perusahaan lain yang mohon maaf saya tidak bisa sebutkan di sini. Tapi, yakinlah bahwa di tahun-tahun ini ada dua atau tiga barang baru yang saya akan sampaikan pada waktunya nanti," ungkap mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2019 itu.

Sebelumnya, Deputi Investasi & Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengungkapkan, komunikasi Indonesia dengan Tesla bukanlah rencana investasi dalam hal mobil listrik, melainkan energy storage system (ESS) atau sejenis power bank dengan daya listrik yang besar.

"Tesla memang mereka juga melihat ESS yang mereka bangun di Australia. Ini solusi tetapi lebih arahnya untuk pengganti pembangkit yang peaker. Kapasitas (ESS) besar, bisa puluhan megawatt bahkan sampai 100 megawatt," ucapnya dalam webinar Februari lalu. (OL-14)

BERITA TERKAIT