27 April 2021, 15:44 WIB

Chevron Targetkan Pengeboran 192 Sumur di Blok Rokan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Fasilitas minyak Chevron Pacific Indonesia yang masuk dalam Blok Rokan di Riau.

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menargetkan 192 titik pengeboran sumur di Blok Rokan, Riau. Tepatnya setelah menandatangani perjanjian atau Heads or Agreement (HoA) terkait kegiatan produksi di masa transisi, sebelum Blok Rokan diambil alih PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2021.

"Kami rencana ada 192 pengeboran. Kami sudah mulai ngebor sumur lagi di Rokan sejak Desember (2020). Kemudian, sudah 43 sumur yang kita bor," ujar Deputy Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Wahyu Budiarto dalam kunjungan ke kantor Media Group, Selasa (27/4).

Wahyu menegaskan Chevron berupaya membuka pengadaan rig dan material pengeboran. Saat ini, sudah ada enam rig di Blok Rokan dan jumlahnya bakal bertambah.

Baca juga: PLN Sebut Jadi Pemegang Mandat Kelola Listrik di Blok Rokan

Pihaknya pun menganggarkan US$154 juta untuk investasi pengeboran sumur minyak. Adapun produksi minyak yang dihasilkan Blok Rokan rata-rata sebesar 162 ribu barel per hari (bph).

"Harapan kami di waktu transisi ini rig-rig tersebut bertambah. Sehingga, pada waktu Pertamina nanti mentransisikan pada 9 Agustus, rig tersebut bisa diteruskan dan menambah lagi," jelas Wahyu.

CPI juga telah menyelesaikan sejumlah pendataan aset. Serta, menyerahkan seluruh data produksi, eksplorasi dan data pendukung kegiatan operasi pada SKK Migas.

Pihaknya juga membagikan data tersebut kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku operator Blok Rokan selanjutnya. Terkait sumber daya manusia (SDM) yang dipekerjakan Chevron, Wahyu menyebut tidak ada masalah dalam masa transisi.

Baca juga: Peralihan Blok Rokan ke Pertamina Diyakini Berjalan Lancar

"Kami ada 2.800 pegawai yang aktif dan salah satu agreement dengan PHR adalah pada 9 Agustus itu seluruh pegawai yang masih aktif akan menjadi pegawai Pertamina," pungkasnya.

Sebelumnya, Manager Corporate Communication CPI Sonitha Poernomo mengungkapkan data yang diserahkan berkaitan dengan geologi dan geofisika, perizinan, prosedur standar operasional (SOP), fasilitas produksi, pertanahan, kontrak barang dan jasa, SDM dan program pengembangan masyarakat.

Kontrak kerja sama PT CPI di Blok Rokan akan berakhir pada 9 Agustus 2021. Blok Rokan merupakan salah satu blok migas terbesar di Indonesia, yang cakupan areanya melintasi tujuh kabupaten/kota di Riau. Termasuk, lima lapangan utama yaitu Duri, Minas, Bekasap dan Kota Batak, serta banyak lapangan kecil lainnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT