21 April 2021, 03:05 WIB

Menteri Perdagangan Melepas Ekspor Furniture ke Amerika Serikat


Heri Susetyo | Ekonomi

MI/Heri Susetyo
 MI/Heri Susetyo
Menteri Perdagangan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur melepas Ekspor Furniture ke Amerika Serikat, Selasa (20/4) 

MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi melepas ekspor furniture produksi PT Integra Indocabinet Jalan Raya Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/4).

Pelepasan ekspor furniture ditandai dengan pemecahan kendi berisi air oleh Mendag didampingi Wagub Jatim Emil Dardak dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor. Furniture yang diekspor ke Amerika Serikat ini sebanyak sembilan kontainer. Tidak disebutkan nilai furniture yang diekspor ke negara Paman Sam tersebut. Namun ini hanya sebagian kecil dari total ekspor furniture yang dilakukan PT Integra setiap tahunnya.

Lutfi mengaku bangga bisa datang dan ikut melepas ekspor produk PT Integra ini. Menurut Mendag, PT Integra Indocabinet adalah penghasil atau pengekspor yang paling penting di Indonesia.

"Jadi, jualannya ke Amerika Serikat. Saya akan mencoba membantu supaya ekspornya lebih cepat, agar lebih besar menciptakan lebih banyak kegiatan ekonomi supaya bisa ikut menggerakkan roda perekonomian nasional," kata Mendag Lutfi.

Muhammad Lutfi mengaku akan menunjuk satu orang untuk bisa memastikan take off ekspor yang lebih banyak dan besar. Menurutnya, sektor furniture salah satu industri yang di masa pandemi covid-19 terus bertumbuh kembang. Sebab di masa pandemi banyak orang yang bekerja dari rumah yang justru memicu kebutuhan perabotan lebih baik.

Selain diuntungkan dampak orang bekerja di rumah, ekspor furniture juga diuntungkan perang dagang Amerika Serikat dengan China. Perang dagang tersebut mengakibatkan pasar permintaan furniture mencari pasar alternatif, salah satunya dari Indonesia.

Mendag juga membantah apabila Indonesia kalah ekspor furniture dengan Vietnam akibat kurangnya bahan baku. Justru sebaliknya, furniture Vietnam saat ini tidak bisa bersaing dengan Indonesia.

"Kalau bahan baku, itu tidak benar, sebenarnya Vietnam hari ini mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat karena bahan baku kayu Vietnam dianggap mendapatkan hasil ilegal," kata Mendag.

Selain mendapatkan sanksi, akibat impor dan perdagangan kayu ilegal, Vietnam juga manipulasi mata uang yang menyebabkan ruginya perdagangan Amerika Serikat. Maka kesempatan ini harus dimanfaatkan produsen furniture Indonesia untuk menggenjot ekspor.

Sementara CEO PT Integra Group Halim Rusli mengatakan, pihaknya mengekspor seribu kontainer furniture setiap bulannya. Menurutnya, 85 persen produk furniture Integra diekspor dan sebagian besar ke Amerika Serikat.

"Nilainya mencapai 4 triliun rupiah per tahunnya," kata Halim Rusli. Selama pandemi, diakui permintaan furniture untuk pasar lokal turun drastis. Namun sebaliknya, permintaan pasar ekspor justru meningkat. (OL-13)

Baca Juga: Ketua Satgas: Punya Dokumen Swab Negatif Belum Tentu Bebas Covid

 

 

 

BERITA TERKAIT