19 April 2021, 22:56 WIB

Pemerintah Pacu Industri Makanan Menuju Transformasi Digital


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Dok Kemenperin
 Dok Kemenperin
Agus Gumiwang

INDUSTRI makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan, antara lain dipacu oleh pemerintah untuk menerapkan teknologi industri 4.0.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai transformasi digital membawa dampak positif terhadap peningkatan investasi dan produktivitas di sektor industri tersebut

"Industri 4.0 memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Apalagi, dapat mendukung dan mempermudah aktivitas industri saat kondisi pandemi saat ini,” kata Agus dalam keterangannya, Senin (19/4).

Menperin menegaskan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia, industri makanan dan minuman adalah satu dari tujuh sektor yang diakselerasi untuk mengadopsi teknologi industri 4.0.

“Langkah strategis ini diharapkan dapat mendongkrak kinerja sektor unggulan tersebut,” tambah Agus.

Ia mencatat, kinerja industri makanan dan minuman selama periode 2015-2019 rata-rata tumbuh 8,16% atau dilaporkan tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 4,69%.

Sepanjang triwulan IV 2020, Kemenperin mengaku terjadi kontraksi pertumbuhan industri nonmigas sebesar 2,52%. Namun demikian, industri makanan dan minuman tercatat tumbuh positif sebesar 1,58% pada 2020.

Pada periode Januari-Desember 2020, Kemenperin juga melaporkan total nilai ekspor industri makanan dan minuman mencapai US$31,17 miliar atau menyumbang 23,78% terhadap ekspor industri pengolahan nonmigas sebesar US$131,05 miliar.

Terpisah, Direktur Jenderal Industri Agro  Kemenperin Abdul Rochim mencontohkan salah satu perusahaan mamin, yakni PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora grup) dianggap sudah melakukan transformasi industri 4.0.

“Kami berharap Mayora grup dapat terus bertransformasi memimpin sektor industri makanan dan minuman,” pungkasnya. (OL-8)

 

 

BERITA TERKAIT