15 April 2021, 21:50 WIB

Insiden Terusan Suez Buat Tanjung Priok Macet, Ini Strategi Menhub


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Suasana aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, hari ini.

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan penyebab padatnya arus lalu lintas logistik di Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu merupakan imbas dari insiden terblokirnya kapal kontainer raksasa MV Ever Given yang tersangkut di Terusan Suez pada Maret lalu.

Pihaknya mengumpulkan sejumlah pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dan melakukan mitigasi atas kepadatan lalu lintas kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok di Kantor Pelindo II (IPC), Jakarta, Kamis (15/4).

Usai pertemuan tersebut, Budi mengatakan, ada dua hal yang telah disepakati dalam rapat untuk menangani kepadatan di arus lalu lintas kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pertama, Budi menyebut, apabila satu pelabuhan mengalami penumpukan jumlah kedatangan, maka wajib dialihkan ke pelabuhan lain. Saat ini, ungkapnya, ada ketimpangan antara Pelabuhan satu, dua, dan tiga, yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Penerapan Standard Operation Procedure (SOP) menjadi satu hal penting untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Maka dari itu, Saya tugaskan Otoritas Pelabuhan dan Pelindo II untuk melaksanakannya dan mengkoordinasikannya dengan Bea Cukai,” kata Menhub dalam keterangannya, Kamis (15/4).

Baca juga: Erick Resmikan Kapal Tanker Raksasa Pertamina Pride

Langkah kedua guna mengatasi kemacetan kontainer di Tanjung Priok, ialah meminta adanya penertiban dan penegakkan hukum terhadap perusahaan yang beroperasi tidak sesuai lahan dan zonasinya.

“Banyak sekali perusahaan yang menempati tidak sesuai dengan peruntukan lahan dan zonasinya, sehingga terjadi penumpukan di beberapa titik," jelas Budi.

Dia mengaku sudah berkoordinasi ke Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menseleksi perusahaan tersebut serta menganjurkan mereka untuk beroperasi di daerah industri.

Menhub juga meminta koordinasi antar pemilik barang terkait arus lalu lintas tersebut, sehingga truk yang masuk membawa barang dapat keluar juga dengan membawa barang atau tidak kosong muatannya.

“Di masa lebaran ini angkutan logistik boleh bergerak leluasa, Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat melakukan pergerakan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan logistik di masa Lebaran,” tandas Budi. (OL-4)

BERITA TERKAIT