01 April 2021, 14:00 WIB

Kepala BKPM Siap Eksekusi Investasi Mangkrak di Sulawesi Tenggara


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA FOTO/Jojon
 ANTARA FOTO/Jojon
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tengah) kunjungan ke Sulawesi utara.

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku akan mengeksekusi investasi yang mangkrak di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu disampaikan dirinya saat mengunjungi PT Bintang Smelter Indonesia (BSI) di Kabupaten Konawe Selatan pada Rabu (32/3).

Pihaknya menyampaikan, selama dua tahun terakhir ini, PT BSI berhenti berproduksi karena menghadapi kendala terkait inefisiensi produksi. Dikatakan bahwa, selama ini perusahaan menggunakan kokas batu bara sebagai bahan bakar produksi .

Agar lebih efisien, PT BSI diminta mengubah ke teknologi dari Blast Furnace menjadi Rotary Klin-Electric Furnace (RKEF) dengan rencana investasi USD 110 juta.

“Tekad kita cuma satu. Bagaimana kita dorong yang tidak efisien, kita buat efisien. Yang mangkrak kita jalankan. Yang belum jalan, kita berikan izin. Semata-mata kita lakukan untuk penciptaan lapangan kerja dan kolaborasi,” tegas Bahlil dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Baca juga: Paket Pengerjaan Infrastruktur Rp81,4 Triliun Siap Dijalankan

Selain itu, Bahlil menerangkan, kendala lain yang dihadapi oleh PT BSI adalah rencana pembangunan  Kawasan Industri (KI) seluas 1.400 hektare melalui afiliasinya PT. Tinanggea Kawasan Industri, di mana kawasan tersebut dikatakan tidak termasuk dalam peruntukan industri.

“Tinggal tata ruangnya yang ada sedikit masalah. Tapi kita minta sama mereka, kalau sudah jadi PT BSI harus menggandeng pengusaha lokal. Kalau tidak, mungkin Bupati akan berpikir dua kali untuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diubah,” jelas Bahlil.

Kepala BKPM itu menegaskan kembali bahwa setiap investasi yang masuk ke daerah, tidak hanya berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga ada ruang kolaborasi untuk pelaku usaha di daerah agar bisa naik kelas.

“Jangan A sampai Z dikelola oleh perusahaan, enggak boleh. Harus melibatkan anak-anak daerah. Tapi anak daerah yang profesional, yang memenuhi syarat. Jangan anak daerah yang modal proposal,” pungkas Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT BSI An Sudarno menyampaikan dukungan BKPM dapat mendatangkan investor kedepannya.

“Kami harap akan lebih banyak investor yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Kawasan Indsutri kami nantinya,” ucapnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT