13 March 2021, 12:15 WIB

Penataan Akses Kawasan DPSP Borobudur Selesai 2021


Fetry Wuryasti | Ekonomi

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
 ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Candi Borobudur

MENTERI PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ketersediaan infrastruktur jaringan jalan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) melalui pembangunan jalan tol maupun non-tol akan rampung pada 2021. Sehingga mempermudah wisatawan menuju kawasan, salah satunya wisata Borobudur.

"Layanan jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian lokal di kawasan wisata," kata Menteri Basuki melalui rilis yang diterima, Sabtu (13/3).

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan kementerian tengah meningkatkan jaringan jalan non-tol menuju standar, termasuk penataan akses untuk koridor utama Candi Borobudur, baik dari arah Yogyakarta, Semarang maupun Kulon Progo.

Selain non-tol, Kementerian PUPR tengah menyiapkan jaringan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 Km.

"Saat ini sudah PPJT (Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol) dan ada exit di Palbapang yang nanti akan bisa mempermudah wisatawan menuju Borobudur," tutur Hedy Rahadian saat Kunjungan Kerja ke DPSP Borobudur, Jumat (12/3).

Kementerian PUPR juga ditugaskan menangani jaringan jalan di kawasan Badan Otoritas Borobudur di sekitar Pasar Pono. Namun penanganannya baru dapat dilaksanakan dengan memperhatikan 3 hal yakni ada instruksi Menteri PUPR, diusulkan lewat program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), dan kelengkapan dokumen-dokumen kelayakan.

Baca juga: Rencanakan Liburan Bersepeda di Sekitar Candi Borobudur

Dalam mendukung peningkatan konektivitas DPSP Borobudur, pelaksanaan pekerjaan dilakukan melalui pelebaran jalan, rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin, rehabilitasi trotoar dan drainase serta  pembangunan jembatan.

Pada Tahun Anggaran 2020, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Ditjen Bina Marga menyelesaikan 4 paket pekerjaan penanganan jalan dan jembatan sepanjang 35,40 Km dengan nilai kontrak Rp 178,8 miliar.

Sebanyak empat paket pekerjaan telah diserahterima yakni preservasi Jalan Pringsurat - Secang - Keprekan sepanjang 8,50 Km dan jembatan sepanjang 154,7 meter, preservasi Jalan Keprekan - Muntilan - Salam sepanjang 8,59 Km dan jembatan 14 meter, preservasi Jalan Yogyakarta-Tempel-Pakem-Prambanan sepanjang 2,4 Km dan jembatan sepanjang 87,9 meter serta pelebaran Jalan Sentolo - Nanggulan – Dekso sepanjang 15,6 Km.

Peningkatan jaringan jalan DPSP Borobudur dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp127 miliar untuk rehabilitasi Jalan DPSP Borobudur sepanjang 24,4 km, preservasi Jalan Keprekan Borobudur sepanjang 12,8 km dan melanjutkan pembangunan Jembatan Kali Progo sepanjang 160 meter.

"Untuk penataan yang berada di kawasan heritage, kami diminta untuk lolos dampak heritage-nya, dengan persetujuan dari Unesco dan kami menghormati itu. Pada prinsipnya paket pekerjaan itu targetnya selesai tahun ini (2021)," ujar Hedy.(OL-5)

BERITA TERKAIT