27 February 2021, 16:56 WIB

Perlu Peta Jalan Digitalisasi Industri Migas Indonesia


mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara
 Antara
Penggunaan teknologi terbaru juga sangat diperlukan untuk menggali potensi minyak dan gas di Tanah Air.  

PRODUKSI minyak nasional terus menurun, produksi saat ini hanya separuh dari tahun 1977, yaitu 720 ribu bopd dan produksi gas 6.830 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) pada Juni 2020. Di sisi lain, Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor Januari 2021 mencapai US$13,3 miliar atau terkoreksi 6,5% year on year.

Penyebab utama penurunan produksi minyak karena sebagian besar minyak diproduksi dari lapangan tua yang ditemukan di era tahun 1970-an dengan laju penurunan 10%-12% per tahun, disertai dengan hasil penemuan eksplorasi yang belum memuaskan.

Tumbur Parlindungan, Board of Executive perusahaan migas nasional memberikan keterangan pada GITS Expert Talks, diskusi virtual yang diadakan GITS.ID.

 “Penyebab minimnya pengeboran atau eksplorasi sumur minyak yang baru bukan karena tidak adanya sumber daya migas di Indonesia tetapi penyediaan investasi tidak mudah, sehingga perlu dukungan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif agar menarik para investor migas ke Indonesia,” jelas Tumbur pada keterangan pers Sabtu (27/2)..

Penggunaan teknologi terbaru juga sangat diperlukan untuk menggali potensi yang masih belum tereksplorasi guna mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk.

“Penerapan teknologi pada industri migas tentunya sudah dimulai sejak zaman dahulu dan migas menjadi leading bagi industri lain. Teknologi dimulai sejak kegiatan survei seismic hingga pengeboran sumur untuk kebutuhan eksplorasi,” tuturnya.

Tumbur menyebut untuk menerapkan teknologi pada industri migas ataupun organisasi, dasarnya adalah kembali ke basic knowledge sumber daya manusia yang harus selalu diperbaiki, selanjutnya menyiapkan data management yang bagus, melakukan automation agar kegiatan lebih efisien, setelah itu baru implementasi machine learning dan artificial intelligence (AI).

“Penerapan teknologi jika tidak diimbangi dengan perkembangan manusianya maka tidak akan memberikan hasil yang optimal”, Ray Rizaldy, CEO GITS.ID menambahkan. 

Ray Rizaldy juga menerangkan, pihaknya banyak membantu organisasi-organisasi dalam transformasi digital dalam pengembangan aplikasi bisnis, GITS.ID saat ini juga menjadi salah satu Google Cloud Partner di Indonesia. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT