01 January 2021, 17:14 WIB

AP II Gandeng Dukcapil Garap Layanan Facial Recognition di Bandara


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara/Jessica Helena Wuysang
 Antara/Jessica Helena Wuysang
Staf bandara melintas di area layanan check-in Bandara

PT Angkasa Pura II sedang menyiapkan layanan pengenalan wajah atau facial recognition untuk proses validasi data identitas calon penumpang pesawat di bandara. APII menggandeng Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil).

Kedua pihak menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dalam Lingkup Layanan PT Angkasa Pura II (Persero) pada 20 Desember 2020 lalu.

“Kami akan mengembangkan proses validasi menggunakan biometric facial recognition yang didukung basis data dari sistem Ditjen Dukcapil. Nantinya, penumpang bisa melewati seluruh proses keberangkatan dan kedatangan di bandara hanya dengan otentifikasi wajah,” ujar President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya yang dikutip (1/1).

Awaluddin menjelaskan, sebelum penerapan layanan facial recognition ini, pada tahap awal dukungan validasi data dari Ditjen Dukcapil dapat dimanfaatkan untuk penggunaan QR Code oleh calon penumpang pesawat. 

Penggunaan QR Code ini, lanjutnya, akan mendukung integrasi sistem layanan terkait lainnya seperti boarding pass, dokumen kesehatan, hingga tracing dan tracking terkait covid-19.

Baca juga : Pemerintah Perpanjang Stimulus Listrik Hingga Maret 2021

“Melalui dukungan proses validasi identitas berdasarkan data Ditjen Dukcapil, kami bisa menerapkan sistem di bandara untuk melakukan proses validasi identitas menggunakan QR Code guna mengurangi pemeriksaan identitas secara manual dan mendukung layanan toucless di bandara," tutur Awaluddin.

Sebagai pilot project, dia menambahkan, teknologi QR Code dan facial recognition pertama kali bakal digunakan di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur dan Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menuturkan, data yang dimiliki Ditjen Dukcapil memiliki fitur spesifik seperti pengenalan wajah (facial recognition) dan sidik jari (fingerprint).

“Fitur spesifik seperti sidik jari kemudian mengenal wajah atau facial recognition itu akan dapat mengetahui (penumpang pesawat). Sehingga tidak akan terjadi double (data), karena setiap orang memiliki spesifik tersendiri, wajah maupun fingerprint,” ucap Tito. (OL-7)

BERITA TERKAIT