26 July 2020, 10:49 WIB

Menteri LHK : Pemerintah Dukung Kiprah Profesi Insinyur Indonesia


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Menteri LHK Siti Nurbaya saat mengikuti acara pengukuhan Program Profesi Insinyur (PPI) Angkatan I Tahun 2019/2020 IPB University.

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc menjadi salah satu peserta Pengukuhan Program Profesi Insinyur (PPI) Angkatan I Tahun 2019/2020 IPB University di Bogor, Sabtu (25/7). 

Sebanyak 434 insinyur profesional diambil sumpahnya secara langsung dengan pembatasan undangan yang hadir serta secara daring sebagai bagian protokol kesehatan yang berlakukan selama pandemi Covid-19.

Menteri LHK mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh insinyur profesional PPI yang diambil sumpahnya pada pengukuhan kali ini. 

“Sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang hadir saat ini dari unsur pemerintahan, saya menegaskan bahwa pemerintah sangat mendukung langkah-langkah dan kiprah profesi Insinyur Indonesia,” tegas Siti Nurbaya.

Menteri Siti menambahkan bahwa dalam mendukung sumber daya menusia (SDM) bidang lingkungan hidup dan kehutanan khususnya profesi Insinyur, pada tahun 2018 telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) dan Menteri LHK tentang penyelenggaraan Program Profesi Insinyur Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Nota kesepahaman tersebut telah ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerjasama  antara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK  dengan Direktur Jenderal Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan tinggi Kemenristek Dikti tentang penyelenggaraan Program Profesi Insinyur Bidang Kehutanan.

Menteri Siti Nurbaya lebih lanjut mengatakan, dengan kondisi  pandemi Covid-19 berkembang langkah dan kebijakan New Deal dan orientasi green economy.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan New Deal dimaksud, menurut Menteri LHK, insinyur profesional semakin diperlukan misalnya dalam pengembangan dan penguatan industri electric vehicles, hydrogen vehicles, dan semikonduktor, juga perluasan teknologi 5G data dan jejaring serta artificial intelligence, pengembangan researh and development  untuk inovasi digital green economy dan diversifikasi supply value chain.  

“Dalam kaitan inplementasi Agenda nasional  Industri 4.0 Indonesia, tantangan yang perlu segera dijawab dan diaktualisasikan seperti  otomotif atau autoparts, komponen elektronik dan semikonduktor, teknologi alat kesehatan dan biofarma, pengembangan energi terbarukan, pengembangan 5G dan big-data serta penguatan kerja sama riset,” ujar  Menteri Siti Nurbaya.

SDM unggul, Indonesia Maju

Mengingat program utama yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju”, Presiden Jokowi pernah menyatakan bahwa jika SDM bisa di-up-grade, Indonesia bisa menghasilkan kompetensi dan keterampilan yang baik sebagai modal kuat untuk bersaing dengan negara-negara lain. 

Selanjutnya, Presiden juga menyatakan bahwa manusia Indonesia yang lahir dan tumbuh dalam kondisi kesehatan yang baik, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dan memiliki karakter kuat berdasarkan Pancasila, siap bersaing di tengah situasi global yang semakin kompetitif.  

"Sehubungan dengan hal tersebut, peran Insinyur yang memiliki daya saing global sangat dibutuhkan dalam menjadikan Indonesia mandiri dan maju," jelas Menteri Siti Nurbaya.

Dalam sambutannya acara Pengukuhan Insinyur Angkatan I sekaligus launching Program Profesi Insinyur IPB, Rektor IPB University, Prof. Dr.  Arif Satria mengatakan semua lulusan adalah dari jalur Rekomendasi Pembelajaran Lampau (RPL) dan lulusan angkatan pertama ini diharapkan menjadi SDM yang mendukung pelaksanaan Program Profesi Insinyur jalur reguler.

Terkait dengan bidang kehutanan, Prof. Arif menyampaikan bahwa inovasi smart forestry yang telah dihasilkan berupa fire risk system yang merupakan sistem yang bisa memprediksi kebakaran hutan enam bulan sebelum kejadian.

“Kita tidak cukup hanya mengetahui pohon, kita harus mengetahui hutan, saat ini berbagai variabel begitu tali-temali sehingga kita tidak bisa menyelesaikan masalah hanya dengan single variabel. Kita harus mengikuti tatanan baru dan kompleksitas yang ada sehingga pemahaman teradap ekosistem itu menjadi sebuah keniscayaan,” tutur Prof. Dr. Arif. 

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Dr. Ir. Heru Dewanto menyampaikan bahwa lima tahun terakhir ini telah mencapai lompatan infrastruktur daya saing Indonesia meningkat dengan signifikan dan Indonesia diprediksi oleh banyak pihak akan menempati posisi 5, 6 dan 7 dari kekuatan ekonomi dunia.

"Di masa pandemi saat ini, para Insinyur diharapkan tetap dapat mempertahankan capaian melalui lompatan infrastruktur tersebut karena infrastruktur merupakan pondasi bagi daya saing di semua sektor ekonomi," jelasnya. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT