23 July 2020, 14:47 WIB

Indef Yakin Ketahanan Fiskal Aman Sampai Akhir Tahun


Hilda Julaika | Ekonomi

MI/Bary Fathahilah
 MI/Bary Fathahilah
Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Tanjung Barat, Jakarta.

KETAHANAN fiskal Indonesia diyakini aman hingga akhir tahun. Meksipun pertumbuhan ekonomi domestik mengalami penurunan dan terancam minus.

Fleksibilitas desain target defisit negara berkontribusi memperkuat ketahanan fiskal Indonesia. “Saya yakin secara keseluruhan fiskal masih bisa bertahan. Apalagi ada flexibility dalam konteks mendesain defisitnya,” ujar Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto, dalam diskusi virtual, Kamis (23/7).

Saat ini, pemerintah mematok target defisit anggaran sebesar 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pada semester I 2020, defisit anggaran mencapai 1,57% dari PDB. Artinya, masih ada ruang besar untuk pembiayaan melalui surat utang.

Baca juga: Menkeu: Defisit APBN Semester I 2020 Tembus Rp257,8 Triliun

“Masih ada ruang defisit untuk melakukan pembiayaan melalui surat utang. Itu masih ada ya,” pungkas Eko.

Kendati demikian, dia menyoroti realisasi utang yang harus dipercepat. Sebab, penyerapannya saat ini relative rendah. Hal ini bisa menjadi beban negara, karena utang menjadi tidak produktif.

“Ukurannya jelas, kita menambah utang pastikan realisasi anggaran yang tepat. Sasaran juga meningkat. Sehingga nanti seimbang, tidak mengendap saja. Tapi bisa disalurkan dalam kegiatan produktif untuk recovery ekonomi,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat defisit anggaran pada semester I 2020 sebesar Rp 257,8 triliun. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini setara 1,57% dari PDB.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT