01 May 2022, 04:05 WIB

Hakikat Adil


Dinda Shabrina | Cahaya Hati

Dok. Litbang MI
 Dok. Litbang MI
Prof Quraish Shihab

SEMUA manusia mendambakan keadilan. Adil, berbakti kepada orang tua dan memelihara amanah adalah tiga hal yang disepakati oleh seluruh umat manusia bahwa itu adalah kebaikan. Apapun agamanya, bahkan yang tidaj beragama pun menganut hal tersebut.

Tapi apakah yang dinamai adil?

Orang berkata seorang yang adil selalu berjalan lurus dan menggunakan ukuran yang sama. Adil adalah sama juga seimbang. Karena tidak selalu yang sama itu seimbang.

Baca juga: Kemuliaan yang Hakiki

Dua orang anak, akan adil orang tuanya apabila memberi kepadanya dua hal yang berbeda selama itu seimbang. Adil diartikan dengan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.

Memaksa yang sakit minum obat itu adil. Karena itu adalah sesuatu yang bermanfaat dan perlu untuk dilakukan dengan memaksakannya demi mencapai kebaikan.

Memberi pemilik hak-haknya dengan cara dan waktu yang sesingkat mungkin, itulah adil. Kalau anda menunda-nunda hutang anda, padahal anda mampu untuk membayarnya, maka itu bukan keadilan.

“Jangan sampai kebencianmu pada suatu kaum menjadikan engkau tidak berlaku adil”

Berlaku adil lah, keadilan dituntut untuk dilaksanakan pada setiap orang.

Bukalah mata anda. Tetapi ketika ingin melaksanakan sesuatu tutup mata anda. Jangan melihat apa ini si A atau si B. Tetapi arahkan semua mata anda kepada keadilan.

Kalau anda memutuskan sesuatu dengan berlaku adil, upayakanlah agar supaya kedua belah pihak senang dengan putusan anda. Menerima dengan baik putusan anda. Itulah keadilan yang diharapkan oleh agama kita.

Berbuat dan memutuskan yang bersifat win-win solution kalau itu dapat terlaksana. (H-3)

BERITA TERKAIT